You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Nagari Koto Baru
Koto Baru

Kec. Kubung, Kab. Solok, Provinsi Sumatera Barat

Selamat Datang di Website Resmi Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok

Sejarah Koto Baru

Administrator 13 Agustus 2025 Dibaca 169 Kali

Menurut Tingkok Nagari Koto Baru yang dikeluarkan oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Baru, asal usul Nagari Koto Baru terdiri dari dua versi cerita yang saling melengkapi. Pada awalnya, masyarakat terdiri dari kelompok perorangan atau sekelompok rumah yang terletak di pinggir sungai dan dekat sawah karena kehidupan mereka bergantung pada pertanian. Sungai tersebut disebut Batang Lembang, yang menjadi batas Nagari Koto Baru dengan daerah Gantung Ciri, Cupak, dan Koto Lalang. Seiring waktu, kelompok-kelompok penduduk ini berkembang menjadi dusun-dusun yang terdiri dari beberapa rumah, dan akhirnya dusun-dusun tersebut berkembang menjadi kampung. Kampung-kampung ini kemudian bergabung dan membentuk Nagari.

Salah satu versi cerita menjelaskan bahwa asal usul nama Koto Baru bermula dari temuan potongan kayu dan semak belukar yang hanyut dari hulu sungai ke hiliran dekat Badenah Salayo. Setiap hari, orang-orang yang mandi di sungai tersebut menemukan potongan kayu baru dan semak belukar yang hanyut, yang berasal dari aktivitas penebangan dan perambahan oleh penduduk di hulu sungai untuk mengembangkan perkampungan dan lahan pertanian.

Suatu hari, beberapa orang yang mandi di Badenah sepakat untuk menyelusuri hulu sungai demi mengetahui asal-usul potongan kayu dan semak belukar tersebut. Mereka mengutus 13 Datuk dari Pariangan Padang Panjang dalam tiga rombongan untuk menelusuri Batang Lembang, Batang Kayu Samuk, dan Batang Sawah Pasie. Setiap rombongan menemukan pemukiman penduduk yang ramai serta lahan pertanian yang subur di sepanjang aliran sungai. Setelah berkumpul kembali, mereka menyadari bahwa di hulu sungai telah ada sebuah perkampungan baru, yang kemudian disebut "Koto Nan Baru" atau "Koto Baru."

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2026 Pelaksanaan

APBN 2026 Pendapatan

APBN 2026 Pembelanjaan